Epidemiologist

SEJARAH EPIDEMIOLOGI

Beberapa kalangan professional kesehatan masyarakat melihat epidemiology sebagai sebuah ilmu pengetahuan. Dan lainnya menganggap epidemiology sebagai sebuah metoda lebih dari sebagai ilmu pengetahuan murni saja. Namun, menurut Thomas C. Timmreck dalam bukunya An Introduction to Epidemiology, epidemiology di asumsikan sebagai scientific methodology. Epidemiology metode investigasi yang digunakan untuk menggunakan mendeteksi penyebab atau sumber dari sebuah penyakit, sindrom, kondisi, atau risiko yang dapat menyebabkan merasa sakit, luka, cacat, atau mati pada populasi manusia atau grup.

Epidemiology mempelajari kesehatan populasi manusia yang berfungsi:

  1. Menemukan faktor agen, host, dan environment yang menyebabkan penyakit, dan menyediakan ilmu untuk mencegah penyakit, luka dan promosi kesehatan.
  2. Menentukan kepentingan relative penyebab suatu penyakit, kecacatan dan kematian, dan lainnya untuk menetapkan prioritas untuk riset dan pelaksanaanya.
  3. Mengidentifikasi bagian dari populasi yang mempunya risiko besar dari penyebab spesifik suatu penyakit, dan lainnya untuk mengindikasikan aksi yang mungkin diarahkan sewajarnya.
  4. Mengevaluasi keefektivan suatu program dan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan suatu populasi.

Dalam mempelajari sejarah tentang epidemiologi maka kita dapat membaginya kedalam 3 periode yaitu;

  1. epidemiologi awal dari abad ke lima sebelum masehi hingga tahun 1830
  2. epidemiologi klasik dari tahun 1830 hingga tahun 1940
  3. epidemiologi baru atau modern dari tahun 1940 hinnga sekarang

A. Epidemiologi awal

Hipocrates (460-377 SM) disebut juga sebagai bapak ilmu kedokteran. Dia sangat berkontribusi dalam kesehatan masyarakat karena dialah yang pertama kali memberikan catatan tentang epidemiologi. Hipocrates melakukan observasi tentang penyebab dan penyebaran penyakit di populasi yang ternyata lebih cermat daripada observasi tentang penyembuhan dari penyakit. Hipocrates memberikan nasihat kepada orang-orang untuk mempelajari kesehatan, menyajikan wawasan tentang efek musim-musim tiap tahunnya., panas dan dingin dari angin. Dan juga memperhatikan sumber air.

Atas observasinya itulah ia mendapat pengakuan sebagai orang pertama yang memperkenalkan epidemiologi. Dia menulis tiga buku yaitu, Epidemic II, Epidemic II, dan On Airs, Waters, and Places.

Thomas Sydenham (1624-1689), ia lulus dari sekolah kedokteran Oxford. Pada awalnya dia tidak terlebih dulu berpraktik sebagai dokter, tapi diadi militer sebagai administrasi. Setelah dia mendapat lisensi kesehatan, maka mulailah ia berbicara tentang pendekatan empiris dan penellitian tertutup suatu penyakit.  Dr Sydenham menulis secara detail tentang apa yang penyakit yang telah dia teliti tanpa mengikuti pelbagai teori tradisonal tentang penyakit. Dari proses penelitian tersebut dia mampu mengidentifikasi dan mengakui perbedaan penyakit-penyakit. Sydenham telah mempubliskan penelitiannya dalam sebuah buku pada tahun 1676 yang berjudul “Observationes Medicae”. Satu dari pekerjaan besar Sydenham adalah mengklasifikasikan Fever Plaguing London pada tahun 1660 dan tahun 1670. kemudian Sydenham membaginya kedalam tiga level atau kelas demam yaitu; continued, intermittent, and smallpox. Dia membawa kembali pada keadaan  melingkupi kejadian kasus klinik, tidak hanya menghidupkan kembali tradisi hipocrates, tetapi juga menambahkannya.

John Graunt (1620-1674). Pada tahun 1603 di London sebuah laporan sistematis tentang kematian telah dimulai dan disebut dengan “Bills of Mortality”. Ini adalah suatu kontribusi besar untuk tetap melaporkan populasi dan memulai aspek epidemiologi yaitu statistic yang vital.

Menggunakan data dan informasi yang telah dia kumpulkan, Graunt menulis sebuah buku: Natural and Political Observations Made Upon the Bills of Mortality. Dari the Bills of mortality Graunt memastikan informasi penting epidemiologi seperti: seseorang mempunyai kemunkinan yang lebih banyak untuk mati muda daripada mati tua, laki-laki lebih cepat mati daripada wanita, dll. Dia juga membagi mati dalam dua tipe yaitu; 1. akut dan 2.kronis.

James Lind. Pada tahun 1700 ada sebuah penelitian yang mengatakan hilangnya laki-laki dalam sebuah populasi lebuh banyak disebabkan oleh penyakit daripada perang. Seperti epidemiolog lainnya, Lind dalam tulisannya “A Treatise of the Scurvy in Three Part, Containing an Inquairy into the Nature, Cause and Cure of That Disease, Together with a Critical and Chronological View of What Has been Published on The Subject,”difokuskan pada penyakit di populasi. Di meneliti efek waktu, tempat, cuaca dan makanan pada penyebaran penyakit.

Lind sebagai seorang seorang peneliti dan ahli bedah, mencatat ketika dalam perjalan panjang di laut para pelaut menjadi sakit karena scurvy. Kontribusi dalam bidang epidemiologi yang disumbangkan Lind cukup banyak. Dia memerhatikan dengan kejadian penyakit di kelompok besar dari manusia. Lind tidak hanya berpartisipasi di identifikasi efek makanan pada penyakit, tetapi membuat observasi klinis, menggunakan design eksperimen, menanyakan tentang epidemiologi klasik, observasi perubahan populasi dan pengaruhnya pada penyakit, dan mempertimbangkan sumber penyebab, tempat, waktu dan musim.

Bernardino Ramazzini (1633-1714). Ramazzini tertarik pada masalah-masalah kedokteran, dan bukan studi tentang teori-teori kuno tentang obat. Ramazzini tiba di lingkungan pekerja, dia mencoba bercakap-cakap dengan para pekerja. Ia diberitahu oleh pekerja bahwa jika seseorang terus bekerja pada llingkungan itu maka akan menjadi buta. Ramazzini memeriksa mata para pekerja setelah mereka bekerja dan menemukan mereka terjadi kemerah-merahan pada mata dan remang-remang.

Akhirnya dia mulai menulis buku tentang pengaruh area pekerjaan terhadap kesehatan pekerja dan menyajikan dengan direlasikan dengan implikasi epidemiologi. Buku itu berjudul ‘The Disease of Workers” dan telah diselesaikan pada tahun 1690 tetapi tidak di publis hingga 1703. Ramazzini juga disebut sebagai bapak atau penemu dari kesehatan pekerja.

Dr Edward Jenner (1794-1823). Dia seseorang yang melakukan penelitian pada laki-laki pemerah susu dan gadis pemerah susu mendapat cacar sapid an tidak terkena penyakit cacar.

B. Classical Epidemiologi

Pierre Louis (1787-1872) yang memperkenalkan metode numeric dalam bidang kedokteran dan menghasilkan statistic.

William Farr (1807-1883), memperkenalkan system nasional, mencatat penyebab kematian. Setelah mekanisme itu berjalan maka mekanisme tersebut dapat menyajikan data yang sangat banyak dan mulailah Farr menganalisis data tersebut, membuat teknik tabel dan prosedur untuk standarisasi. Dia juga berperan dalam membangun sebuah klasifikasi penyakit untuk keperluan statistic untuk nasional maupun internasional.

Jhon Snow (1813-1858). Snow yang paling terkenal sebagai pelopor di bidang epidemiologi. Di bagian akhir karirnya, Dr Snow menyelenggarakan dua investigasi penting tentang kolera. Bagian karir epidemiologi Snow mempelajari perjangkitan kolera di SoHo district London di Broad Street Area. Akhir karirnya pada epidemiologi, Snow mempelajari epidemic, dimana dia membandingkan angka rata-rata kematian dari kolera dengan sumber air dari perusahaan air yang berbeda di London. Lambeth Water Company dan the Southwark and Vauxhal Water Company. Menyadari bahwa faktor umum di antara korban adalah penggunaan komunal tertentu pompa air. Snow langsung menanganinya dan akhirnya wabah kolera pun mereda.

Louis Pasteur (1822-1895) seorang ahli kimia dari perancis, yang tidak berprofesi sebagai dokter, telah diterima di akademi kedokteran perancis untuk pekerjaanya di bidang mikrobiologi. Pasteur membedakan dirinya sebagai seorang ilmuwan dan orang yang berkontribusi pada dunia kesehatan dan kesehatan masyarakat. Pasteur telah mengidentifikasi penyebab penyakit rabies dan penyakit perussak lainnya. Dengan kemampuan yang luar biasa dalam bidang mikrobiologi dia tertantang untuk menaklukan anthrax.

Robert Koch sebelumnya pada tahun 1876, setelah anthrax berhasil ditunjukkan bentuk batang dari bakteri dan mendemonstrasikan daur hidup dari bakteri. Pasteur dan Koch berhasil menghubungkan tujuan mikroba dengan penyakit dan membawa pengakuan untuk kota mereka.

C. New Epidemiologi

Tahap dimana epidemiologi mendapatkan masukan dari dua jalur yaitu pertukaran epidemiologi dan kedokteran klinis.

Doll dan Hill (1950) mereka menggunakan desain kasus-kontrol untuk mendeskripsikan dan menguji hubungan antara merokok dengan kanker paru-paru.

Frances dkk (1950) sangat banyak bentuk pemeriksaan lapangan dari vaksin Poliomyelitis di sekolah-sekolah anak.

Dawber dkk (1955) menggunakan desain kohort untuk mempelajari faktor risiko dari penyakit kardiovaskuler di Framingham Heart Study.

Pokok-pokok dari epidemiologi modern adalah :

  1. Investigasi penyakit akut : system investigasi tekana empiris, biologi, dan lingkungan/manipulasi host.
  2. Medicine : awal semua dari epidemiologi kedokteran.
  3. Statistik : metode ilmiah hitungan dan pengukuran dan uji hipotesis. Pada tahun 1960 banyak ahli epidemiologi yang menggunakan metode ini
  4. ilmu pengetahuan social : investigasi terhadap perilaku manusia dengan hubungannya pada timbulnya penyakit dan metode pengumpulan data.
  5. Ilmu pengetahuan computer : pada penyakit darurat atau kronik epidemiologi memerlukan kemampuan untuk menangani jumlah data besar dan menampilkan analisis yang kompleks.
  6. ilmu pengetahuan managerial : prinsip mengatur untuk kemahiran mengolah dana kolaborasi penelitian, dan pengaturan pemeriksaan klinis
  7. genomics : publikasi pertama pada tahun 2001 dengan ditandai draft sekuens genom manusia. Penyelidikan secara intensif sedang dilakukan untuk mengidentifikasi kerentanan penyakit gen, gen lingkungan, interaksi dang en interaksi. [HumasEpisentrum]

Sumber Referensi :

Timmreck, Thomas.1994: An introduction to Epidemiology. Jones and Bartlett Publishers. London

Brownson, Ross. Petiti, Diana. 2006: Applied Epidemiology second edition.Oxford Unity Press. New York

Azwar, Azrul.1988: Pengantar Epidemiologi edisi pertama. Binarupa Aksara.Jakarta

Gordis,Leon. 1996: Epidemiology. Saunders company.Philadelphia

Sarraci, Rodolfo: Introducing the history of epidemiology.

2 Comments to “Epidemiologist”

  1. humasers episentrum semangat yaaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: