Cegah Human Immunodeficiency Virus dengan si-Buah Kuning

Abstrak

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), virus yang merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun). Berdasarkan data Departemen Kesehatan, pada tahun 2010 jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS mencapai 22.726 kasus, 16.964 kasus AIDS dan 3492 orang di antaranya meninggal. Penelitian ini merupakan meta-analisis yang bertujuan memberikan gambaran potensi pisang sebagai pencegahan HIV.  Didapatkan hasil bahwa BanLec dapat menghambat HIV-1 melalui pengikatan glikosilasi  HIV-1 envelope protein dan gp120. BanLec didapat dengan cara mengekstrak buah pisang dapat membantu melindungi dari penularan seksual HIV.

Kata Kunci : AIDS, HIV, pisang

Abstract

Acquired Immuno Deficiency syndrome (AIDS) is a collection deseases symptoms caused by the virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), the virus that damage the body’s defense system (immune system). Based on data from the Ministry of Health, in 2010 the number of cumulative cases of HIV / AIDS reached 22,726 cases, 16,964 cases of AIDS and 3492 people of whom died. This research is a meta-analysis aims to provide a figure of the banana as an HIV prevention. BanLec obtained that can inhibit HIV-1 through binding to glycosylation of HIV-1 envelope protein and gp120. BanLec obtained by extracting the bananas can help protect against sexual  transmission HIV.

Keywords : AIDS, HIV, banana

Latar Belakang

Sejak kasus HIV/AIDS dilaporkan pertama kali pada tahun 1981, masalah HIV/AIDS telah menjadi “hantu” yang menakutkan bagi penghuni bumi. Penderitanya dari waktu ke waktu terus bertambah dengan cepat. Diperkirakan pada tahun 2007, berkisar antara 30 hingga 36 juta orang di dunia menderita HIV. Kasus pertama AIDS di Indonesia terjadi pada tahun 1987 dan  mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data Departemen Kesehatan, jumlah kasus kumulatif hingga tahun 2010 mencapai 22.726 kasus, 16.964 kasus AIDS dan 3492 orang di antaranya meninggal. Diperkirakan terdapat 7 hingga 8 orang tiap 100.000 penduduk Indonesia menderita AIDS 1.

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun) sehingga kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan penyakit menjadi berkurang 2.

If they say an apple a day keeps the doctor away from deseases, what about bananas?  Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa senyawa kimia lektin pada pisang dapat mengikat protein pada virus HIV dan menghalangi penyebaran infeksi dengan cara menghambat HIV-1 masuk, serta mengikat struktur karbohidrat yang terdapat pada amplop virus. Senyawa ini kemudian diberi nama BanLec (Banana Lectin) yang berpotensi menyamai dua obat HIV (T-20 dan maraviroc) yang saat ini sedang dikembangkan 3.

Selain mempunyai kandungan gizi yang tinggi, pisang juga mempunyai potensi untuk membantu melindungi terhadap penularan seksual HIV. Namun, belum banyak kajian ilmiah yang membahas mengenai manfaat pisang ini. Oleh karena itu, diharapkan tulisan ini dapat memberikan gambaran mengenai potensi pisang sebagai pencegah HIV sehingga dapat menurunkan insidens HIV. This is might not enough to stop HIV, but the good one to act.

Pembahasan

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti saat ini. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur, dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Masalah yang terjadi pada obat HIV yang saat ini sedang dikembangkan adalah virus dapat bermutasi dan menjadi kuat, tetapi diduga akan jauh lebih sulit untuk bermutasi dan menjadi kuat dengan adanya lektin. Lektin dapat mengikat gula yang ditemukan pada titik-titik yang berbeda pada amplop HIV-1 5.

Pisang selain terkenal sebagai buah utama pemberi energi yang mengandung banyak mineral, kalium, dan karbohidrat, juga mempunyai kandungan lektin yang dapat digunakan sebagai pencegah penularan HIV, khususnya HIV-1. Berbeda halnya dengan terapi ARV (antiretroviral), pisang adalah buah yang sangat mudah ditemukan oleh masyarakat Indonesia karena dapat ditemukan di semua pelosok negeri dan harganya terjangkau.  Lektin yang dimiliki pisang dapat menggantikan kerja ARV secara optimal dan bekerja dengan jangka panjang yang tidak mudah resisten 5.

Peneliti dari University of Michigan, USA, menemukan bahwa senyawa kimia lektin pada pisang dapat mengikat protein pada virus HIV dan menghalangi penyebaran infeksi dengan  menggunakan BanLec kimia dalam krim/gel. BanLec merupakan singkatan dari Banana Lectin 3. Senyawa ini diperoleh dengan cara mengekstrak buah pisang.

Berdasarkan meta-analisis yang penulis lakukan, mekanisme penghambatan HIV-1 yang dilakukan oleh BanLec, yaitu melalui pengikatan glikosilasi  HIV-1 envelope protein dan gp120. BanLec menghambat isolate HIV-1 dari tropik yang berbeda dengan nilai IC50 di nanomolar. Lektin ini bisa  langsung mengikat HIV-1 envelope protein dan menghalangi masuknya  virus ke dalam immunosorbent assay cell. BanLec dapat mengenali struktur mannose tinggi yang diakui  oleh 2G12 antibodi monoklonal. Selanjutnya, BanLec mampu memblokir HIV-1 entry seluler dengan mengikat glikosilasi virus  amplop 4.

Meskipun pencegahan HIV dengan pemanfaatan pisang masih membutuhkan uji coba lebih lanjut, setidaknya harapan itu masih ada. Lektin dari pisang ini diyakini lebih efektif apabila digunakan dalam komponen obat pencegah virus yang dioles di alat kelamin atau dubur.

Kesimpulan

Sekecil apapun peluang yang ada harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. BanLec yang didapat dengan mengekstrak buah pisang dapat membantu melindungi dari penularan seksual HIV.

 Saran

Bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih banyak lagi memberikan penyuluhan mengenai upaya pencegahan HIV serta bagi peneliti lain perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pisang pencegahan HIV. (Zaki Dinul)

 Kepustakaan

  1. Pratiwi, Laras. 2011. Jumlah Penderita HIV/AIDS terus Meningkat. http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/18/13054847/Jumlah.Penderita.HIVAIDS.Terus.Meningkat, diakses tanggal 4 Juni 2011.
  2. Anonim, 2011. Masalah HIV-AIDS Di Kalangan Pemakai Narkoba Suntik. http://www.scribd.com/doc/18326332/Masalah-HIVAIDS-Di-Kalangan-Pemakai-Narkoba-Suntik, diakses tanggal 4 Juni 2011.
  3. Hawkins, Kathryn. 2010. Banana Protein BanLec Could Prevent HIV Infection. http://gimundo.com/news/article/banana-protein-banlec-could-prevent-hiv-infection/, diakses tanggal 4 Juni 2011.
  4. Swanson, Michael D et all. 2010. “ A Lectin from Bananas Is a Potent Inhibitor of HIV Replication”. The Journal of Biological Chemistry Vol 285, No 12 page 8546-8655.
  5. Kompasiana. 2011. Optimalisasi Pencegahan Transmisi Vertikal HIV/AIDS dengan Ekstrak Banlec pada Pisang. http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/02/21/optimalisasi-pencegahan-transmisi-vertikal-hivaids-dengan-ekstrak-banlec-pada-pisang/, diakses tanggal 5 Juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: