Penyikapan Bencana dalam Epidemiologi

Epidemiologi Bencana di Indonesia

Beberapa bencana yang paling sering terjadi di Indonesia yang berpotensi untuk merugikan jika diurutkan berdasarkan cakupan populasi tertinggi ialah gempa bumi (11.056.806 penduduk), tsunami (5.402.239 penduduk), kekeringan/kemarau (2.029.350 penduduk), longsor (197.372 penduduk), serta badai tropis (1.636 penduduk). Selain itu, jumlah kejadian bencana yang terjadi di Indonesia tergolong yang terbesar di dunia. Indonesia berada pada ranking pertama dari total 265 negara yang beresiko untuk bencana tsunami, rangking pertama untuk bencana longsor dari total 162 negara paling beresiko, ranking ke tiga dari total 153 negara paling beresiko untuk bencana gempa bumi, serta ranking ke enam dari total 162 negara paling beresiko untuk bencana banjir (EM-DAT, 2008).

Dampak Bencana

Kerugian Korban Jiwa

Presentase orang-orang yang terkena dampak bencana mulai dari yang terbesar ialah 38% oleh banjir, 31% oleh gempa bumi, 17% oleh kebakaran, 6% oleh kemarau, 4% oleh penyakit epidemik, dan oleh 3% gunung merapi. Selanjutnya, presentase tipe bencana yang dilaporkan paling banyak memakan korban (kematian) di Indonesia 95% berasal dari bencana gempa bumi, 3% disebabkan oleh banjir, dan 2% disebabkan oleh epidemik penyakit (EM-DAT, 2008).

Kerugian Dana dan Material

Total kerugian ekonomi berdasarkan data yang dilansir oleh CDER dari tahun 1980 hingga 2008, dana terbesar dikeluarkan untuk mengatasi bencana gempa bumi dan tsunami ialah sebesar $.8.451.600,- , wabah sebesar $.9.300.000, dan banjir sebesar $.1.755.800 (EM-DAT, 2008).

Sementara itu, dana yang dikeluarkan untuk menanggulangi bencana yang akhir-akhir ini menimpa Indonesia seperti banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, serta gunung Merapi di Jogjakarta seluruhnya masih belum dapat dihitung. Berdasarkan klaim Bappenas, ditemukan bahwa hingga saat ini total kerugian dana dan materi yang masuk baru disumbang oleh bencana banjir di Wasior, yakni mencapai 300 miliar rupiah (Hariandja, 2010).

Menurunkan Resiko Bencana

Dalam menanggulangi bencana yang terjadi, terdapat suatu siklus untuk mengelola bencana.

Siklus 1. Manajemen Bencana

Dari siklus di atas, tenaga kesehatan masyarakat memiliki peran yang paling besar dibandingkan dengan peran tenaga kesehatan lainnya, yakni dimulai dari tahap rehabilitasi, rekonstruksi, mitigasi, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana sementara peran tenaga medis lebih besar dibutuhkan dalam merespon bencana.

  1. Rehabiltasi merupakan upaya untuk mengembalikan struktur dan fungsi ke bentuk seperti semula (sebelum terjadinya bencana), seperti misalnya dalam pemulihan suplay air dan listrik, penyediaan tempat pembuangan, serta memulihkan sarana transportasi dan komunikasi.
  2. Rekonstruksi merupakan upaya untuk mengembalikan sistem dan struktur ke fungsi atau bentuk yang lebih baik dari sebelum terjadi bencana. Hal yang dilakukan dalam tahap ini di antaranya ialah seperti Penilaian awal dan re-evaluasi bencana, Imunisasi dan skrining, Pengelolaan air dan sanitasi dan lain sebagainya.
  3. Mitigasi
  4. Kesiapsiagaan

Sumber

  1. EM-DAT: The OFDA/CRED International Disaster Database, Université catholique de Louvain, Brussels, Bel.” Data version: v11.08.
  2. Hariandja, F. (2010, November 13). Kerugian Bencana Alam Wasior Rp.300 M. Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Retrieved from Okezone.
  3. Win, V. N. (2010, August 4). 2010 UNCRD-ITB Senior Policy Seminar on Climate Change and Poverty in Africa-Asia . Retrieved November 24, 2010, from ITB-UNCRD 2010: http://climatechange.itb.ac.id/seminar_material/4_August_2010/SESSION_10/PL_23_DR_VIJAY_NAT_KYAW_WIN.pdf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: