Diam-diam, Tifus Mengintai Mahasiswa

Demam tinggi dari 39° sampai 40°C yang naik secara perlahan, tubuh menggigil, denyut jantung lemah, badan lemah, sakit kepala, nyeri otot. kehilangan nafsu makan, konstipasi, hingga sakit perut adalah beberapa gejala klinis dari demam tifoid. Bagi kebanyakan mahasiswa, aktivitas perkuliahan yang padat sudah cukup sulit untuk ditinggalkan, apalagi jika beberapa gangguan klinis tifus menghadang. Dengan munculnya salah satu gejala di atas saja dapat membuat mahasiswa ekstra fokus untuk menjalani kehidupan kampus.
Demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang bersifat endemis di Indonesia. Berdasarkan penelitian epidemiologi yang intensif dan longitudinal terhadap demam tifoid yang dilakukan oleh Simanjuntak dkk. dengan bantuan dana dari WHO di Paseh, Jawa Barat ditemukan bahwa insidensi demam tifoid pada masyarakat di daerah semi urban ialah 357,6 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Selain itu morbiditas Salmonella paratyphi A ialah 44,7 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan Salmonella Group B sangat rendah, yakni 12,8 kasus per 100.000 penduduk per tahun.
Mahasiswa menjadi golongan masyarakat yang memiliki resiko tertinggi terkena demam tifus. Jika dilihat berdasarkan golongan umur, 77% penderitanya berada pada kelompok umur 3-19 tahun.
Demam tifus dapat dicegah, di antaranya dengan meningkatkat higiene dan sanitasi karena perbaikan dalam penyediaan air bersih, pembuangan dan pengelolaan sampah ,dapat menurunkan insidensi demam tifoid. Menjaga kebersihan pribadi dan menjaga agar makanan yang dikonsumsi tidak tercemar Salmonella typhi juga harus diperhatikan oleh mahasiswa karena pemutusan rantai transmisi penting dilakukan yang tidak sedikitnya bersumber dari penjual minuman dan makanan.
Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai karakteristik mahasiswa yang dalam kesehariannya yang berpotensi menyebabkan tifus. Demam tifoid tergolong penyakit infeksi menular yang sebenarnya dapat dicegah. Namun, tingginya kasus demam tifoid dalam kelompok mahasiswa menjadikan penyakit ini sebagai bukti bahwa demam tifoid perlu diwaspadai oleh mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: