Bahkan setetes keringatmu pun, sulit diperjuangkan!

Ilustrasi Istimewa: Wanita

Di dalam benak kalian, apa yang Anda bayangkan mengenai seorang wanita? Sesosok makhluk yang diklaim sebagai yang terindah dibandingkan lawan jenisnya, namun keadaan kelompok yang tampak lebih lemah hanya karena persoalan fisik semata masih menjadikan mereka termarginalkan. Peng-Aku-an terhadap wanita yang berdampak pada pembatasan hak Azasi masih dirasa perlu dilakukan meski sadar kalau wanita pun manusia.

Saat ini China menjadi negara yang paling sukses menjalankan Millenium Development Goals sehingga menjadi negara yang pantas berbangga hati dalam “2010 MDGs Summit” pada tanggal 20 hingga 22 September yang lalu, sebuah pertemuan Internasional yang merupakan pertemuan tingkat tinggi negara-negara dunia yang diadakan PBB untuk membicarakan progress MDGs serta hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian MDGs dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Acara yang resmi mengangkat isu “Turning Evident into Practice: Learning from What Works to Accelerate Progress”.  Even ini memfokuskan diri dalam menentukan langkah pragmatis apa yang dapat diambil untuk bersama-sama (masyarakat dunia) menuntaskan MDGs. Selanjutnya, perlu ditekankan bahwa dua dari 8 target yang ada pada MDGs menyangkut perihal masa depan perempuan.

Namun, dari kedelapan isu MDGs, satu isu yang dianggap paling politis di masyarakat menurut UNIFEM (United Nations Development Fund for Women) ialah yang berkaitan dengan kesetaraan gender. Berdasarkan data yang ditampilkan di atas, terlihat bahwa jumlah wanita-wanita yang telah bersekolah dimulai dari Sekolah Dasar telah semakin meningkat. Namun, hasil ini akan berbeda jika dibandingkan dengan kasus lain yang ada di China dan India. pada dasarnya, anak-anak laki-laki yang usianya di bawah 5 tahun (Under-five mortality) lebih banyak yang meninggal dibandingkan dengan anak perempuan, sebuah refleksi seorang perempuan yang lebih unggul sifat genetis dan biologis dalam mempertahankan hidupnya (Unisef). Namun, di India dan China, trend kematian anak berusia di bawah 5 tahun justru lebih banyak dialami oleh kaum perempuan. Hal ini sebenarnya menjadi salah satu bentuk refleksi yang mengatakan bahwa anak laki-laki lebih diunggulkan dari pada anak perempuan. Ini merupakan sebuah isu yang sebelumnya telah dimunculkan oleh Amartya Sen, yang menduga bahwa ada 100 juta lebih sedikit jumlah wanita yang hidup di Asia dari yang seharusnya, beberapa hal yang menyebabkan tidak sesuainya jumlah tersebut ialah aborsi, kematian Ibu, kekerasan terhadap perempuan, serta berbagai bentuk diskriminasi lain.

Menurut Laura Turquet, penulis utama UNIFEM REPORT yang akan dirilis pada bulan Desember 2010 ini, kesetaraan gender di dunia masih belum merata. Meskipun terlihat bahwa data menunjukkan peningkatan jumlah perempuan yang mengenyam pendidikan, hal tersebut masih jauh dari kesetaraan gender yang menjadi harapannya. Masih banyak perempuan-perempuan di Kenya yang belum dapat menerima pendidikan yang sesuai, hal ini terbukti dari kenyataan bahwa hanya 10% perempuan Kenya yang melanjutkan sekolah menengah. Lalu di Kolombia, meskipun pencapaian yag mendukung kesetaraan telah mencapai angka 67%, kenyataannya baru 40% perempuan yang berhasil melanjutkan sekolah ke tingkat menengah lanjutan. Menurutnya, sekolah menengah lanjut (setelah sekolah dasar)  merupakan jenjang yang penting untuk dilalui karena nilai-nilai pendidikannya memiliki peran yang besar bagi perempuan, yakni di antaranya dalam memudahkan akses pekerjaan, mengurangi pemajaman penyakit HIV/AIDS dan memberikan kemampuan mandiri seorang perempuan untuk memutuskan perkara.

Tanpa langsung disadari oleh kebanyakan masuarakat (termasuk saya), kesetaraan gender seperti sebuah upaya yang maknanya hanya menyangkut kehidupan perempuan yang ‘ingin’ disamakan derajatnya di hadapan laki-laki. Namun lebih dari itu semua, kesetaraan gender bagi perempuan sesungguhnya merupakan sebuah bentuk penyelamatan kaum perempuan dari bentuk kesengsaraan yang bahkan rentan terhadap kematian.

 

 

2010 MDG Review Summit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: