Seminar TB dalam Memperingati hari TB Sedunia

Tanggal 24 maret 2010.  Mungkin beberapa orang di antara kalian tidak mengetahui momentum apa yang terjadi pada tanggal dan bulan tersebut.  Mungkin kalian mulai bertanya-tanya pada diri sendiri ataupun orang lain.  Jika belum terbayang, saya akan mencoba mengingatkan kalian dengan seorang ilmuwan kedokteran yang bernama Robert Koch.  Nah, bagaimana? Ingatkah kalian? Mungkin sekarang dalam benak kalian sudah terlintas tentang siapa Robert Koch dan momentum apa yang terjadi pada tanggal dan bulan tersebut.  Ya, Robert Koch adalah seorang ilmuwan kedokteran yang menemukan bakteri Mycobacterium tuberculosis pada tanggal 24 Maret 1882 dan kemudian mempresentasikan hasil temuannya bahwa Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab penyakit TB sehingga pada tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari Tuberculosis sedunia.
Pada tanggal 24 Maret 2010 kemarin, Indonesia turut serta dalam memperingati hari Tuberculosis sedunia yang ke 128 yang dilaksanakan di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta yang bertemakan “On the Move Againt Tuberculosis, Inovate to Accelarate Action”, yaitu “Tingkatkan Inovasi, Percepat Aksi Melawan TB”.  Acara tersebut dihadiri sekitar 700 orang yang terdiri dari berbagai organisasi seperti KNPI, KOWANI, Tim Penggerak PKK, Masyarakat, Ormas, Mahasiswa, Petugas Kesehatan, dan Mitra Kementerian Kesehatan.   Acara tersebut dihadiri pula oleh ibu Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dan Bapak Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Bapak HR Agung Laksono. Tidak lupa, saya selaku anggota Episentrum bersama empat anggota lainnya turut serta dalam seminar hari peringatan TB sedunia untuk mewakili dari FKM UI.
Dalam acara tersebut dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH memberikan sambutan.  Beliau mengatakan bahwa Indonesia menempati urutan ketiga di dunia dengan penderita Tuberculosis terbanyak setelah India dan China, meskipun pengendalian Tuberkulosis (TB) di Indonesia telah mendekati target Millenium Development Goals (MDGs) yang mencapai 253 per 100.000 penduduk pada tahun 2008.  Angka kematian TB pada tahun 2008 juga menurun tajam menjadi 38 per 100.000 penduduk dibandingkan tahun 1990 sebesar 92 per 100.000 penduduk.  Beliau juga mengatakan bahwa TB ini umumnya menyerang orang-orang usia produktif.
Selain itu,  penyakit Tuberculosis merupakan penyakit lama yang telah menyerang bangsa Indonesia.  Sungguh sangat ironis, sampai sekarang penyakit tersebut tetap ada.  Meski telah banyak kemajuan yang dicapai dalam penanggulangan TB, Menteri kesehatan mengingatkan tantangan masalah TB ke depan masih besar. Tantangan terbesar dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberculosis ini adalah MDR (Multi Drug Resisten TB) dan muncul kasus baru TB, yaitu TB HIV.
Bapak Menteri Koordinator Rakyat HR Agung Laksono saat membuka seminar mengatakan bahwa Tuberkulosis bukan hanya masalah medis dan kesehatan semata yang dapat diselesaikan oleh jajaran kesehatan, tapi juga menjadi masalah sosial ekonomi.
Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dan kemitraan dari semua sektor terkait, dan melalui peringatan Hari TB ini menjadi momentum untuk meningkatkan sekaligus mengajak semua pihak untuk melakukan aksi atau tindakan yang konkrit dalam penanggulangan TB di Indonesia.  Beliau juga mengatakan bahwa hambatan terbesar dalam menanggulangi penyakit TB adalah minimnya dana.
Sebenarnya apa itu penyakit TB??
Tuberculosa (TB) yang dulu dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman bakteri TB (Mycobacterium tuberculosis).  Sebagian besar kuman TB ini menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lain(sistemik), seperti tulang, kelenjar, kulit, prostat, saluran kemih, ginjal, jantung, hati dan organ dalam lain.
TB dapat menyerang siapa saja, tidak memandang umur, kekayaan, pekerjaan ataupun suku.  Namun, terutama menyerang usia produktif atau masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak.  TB dapat menyebabkan kematian.  Apabila tidak diobati, setelah 5 tahun 50% dari pasien TB akan meninggal, 25% akan sembuh  sendiri dengan daya tahan tubuh yang tinggi, 25% akan menjadi kasus kronis yang tetap menular.  Lebih dari 95% sembuh, dengan pengobatan yang benar dengan strategi DOTS.   Tanpa DOTS, akan berisiko tinggi terjadinya MDR.
TB bukanlah penyakit keturunan, bukan disebabkan oleh kutukan dan bukan pula karena guna-guna.  TB adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, yaitu bakteri tuberculosa (Mycobacterium tuberculosis).

Gejala utama TB
batuk terus menerus dan berdahak selama dua minggu atau lebih
Gejala lainnya
batuk bercampur darah
sesak nafas dan nyeri dada
nafsu makan berkurang
berat badan turun
rasa kurang enak badan (lemas)
demam atau meriang berkepanjangan
berkeringat di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan
Bagaimana penularan TB?
Sumber penularan TB adalah pasien TB yang dahaknya mengandung TB BTA positif
Ketika batuk atau bersin sesorang dapat menularkan 3000 kuman
Penularan terjadi melalui’ percikan dahak
Semakin banyak kuman semakin mudah menularkan ke orang lain
TB tidak menular melalui peralatan makan, pakaian, tempat tidur
Dalam waktu 1 tahun, 1 orang penderita TBC dapat menularkan penyakitnya pada 10 sampai 15 orang disekitarnya.
Siapa saja orang yang berisiko tinggi terkena TB?
Orang-orang yang kontak erat dengan pasien TB yang belum diobati
Orang dengan status gizi rendah
Orang dengan daya tahan tubuh rendah
Bayi dan anak-anak
Orang dengan HIV dan AIDS
Cara yang ampuh untuk menyebuhkan TB
Dengan meminum obat secara teratur minimal 6 bulan
Jika obat tidak diminum secara teratur, maka kuman menjadi kebal dan tumbuh dengan cepat sehingga penyakit lebih sulit disembuhkan dan memerlukan pengobatan yang lebih lama.
Strategi pengendalian TB yang dilakukan di Indonesia
Ekspansi “Quality DOTS”
Perluasan dan peningkatan pelayanan DOTS berkualitas
Menghadapi tantangan baru, TB HIV, MDR-TB
Melibatkan seluruh penyedia pelayanan
Melibatkan penderita dan masyarakat
Dari informasi di atas diharapkan kerja sama dari semua  pihak untuk mencegah dan memberantas Tuberculosis di Indonesia.  Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan mengenai pentingnya penanggulangan TB serta mendorong dan membekali pemuda dan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam upaya menanggulangi TB di Indonesia.  Kami berharap informasi tentang TB ini dapat menggerakkan masyarakat dan mahasiswa untuk bersama-sama membantu upaya penanggulangan TB di Indonesia, yaitu dapat menjadi PMO (Pengawas Menelan Obat) ataupun dengan pendekatan kepada penderita TB.  [erni]

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: