April 26, 2012

Struktur Kepengurusan Episentrum 2012

Presiden Direktur: Anggraini Sariastuti (Epidemiologi 2009)
Wakil Presiden Direktur: Lia Alfiana (Epidemiologi 2009)
Sekretaris Umum: Desri Purba (epidemiologi 2009) dan Dwi Sora Y (Epidemiologi 2010)
Bendahara umum: (controller) Dini Maryani, Epidemiologi 2009 (treasurer) Swasti Despriningtyas, Epidemiologi 2010
Steering Committee : Rini Handayani (Epidemiologi 2009)

Divisi:
1. Science passion: Mega Hermawan ’09 (Direktur), Namira Sangadji ’10 (Wakil Direktur), Annisa Ika Putri ’10, Fenny Febrianita ‘10, Reisty Ria Handayani ’09, Salsabila Benazir ’09, Riezky Febiola ’10

2. Human, Resources, and Development: Nisa Nurkhotami ’09 (Direktur), Hamzah Muhammad ’10 (Wakil Direktur), Salindri Titi Suri ’10, Eva Azzahra ’10, Luthfiyyah Mutsla ’09, Taruli Tua Pane ‘09

3. Public Relation: Putri Hafsari ’10 (Direktur), Erena Fabyola Laurensia ’10 (Wakil Direktur), Leonita Agustine‘10 (Wakil Direktur), Putriana Rahim ’09, Amanda Cherkayani Sejati ‘10, Ni Made Hermiyanti ’10

4. Dana usaha: Yohanes Himawan ’10 (Direktur), Izzatun Nida ‘10 (Wakil Direktur), Rachel Monique Panjaitan ‘10, Ulya Qoulan Karima ‘09

5. Social Concern: Habibi Syahidi ’10 (Direktur), Chalida Zia Firdausi‘10 (Wakil Direktur), Fitri Mar’atus ‘10 (Wakil Direktur), Tri Rahayu ’09, Irma Nuryanti ’10, Mochamad Aldis Ruslialdi ’10, Riska Farina ’10

Selamat menjalani amanah 1 tahun ke depan, teman-teman! Ditunggu kontribusi semaksimal dan sebaik mungkin! SPIRIT!

January 16, 2012

Rangkaian acara PAMI Nasional

Halo temans! PAMI Nasional akan mengadakan acara PAMI untuk negeri dimulai dari tanggal 26-29 Januari 2011. Nah tanggal 26 ada Seminar Nasional tentang MDGs dan Kesehatan bertempat di Balai Sidang Universitas Indonesia. Yuk dateng yuk guys buat menambah ilmu! Sampe jumpa teman-teman!

January 14, 2012

EPISENTRUM 2012

halo kakak2 dan teman2! sejak tanggal 11 januari 2012 secara resmi kepengurusan episentrum telah berpindah tangan🙂

Episentrum 2012 saat ini berada dibawah kepemimpinan Anggraini Sariastuti (epid 2009). Telah dibentuk pula bph Episentrum 2012 yang sedang melakukan open recruitment bagi staf. Mohon doanya ya agar Episentrum 2012 bisa membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua. Segera akan kami publish mengenai struktur Episentrum 2012.  SPIRIT!!

October 3, 2011

Open House keluarga baru EPISENTRUM

Di jumat pagi, 23 September 2011 yang tidak juga cerah dan tidak juga mendung, para mahasiswa dari peminatan epidemiologi dari angkatan 2008 dan 2009 merencanakan untuk berkumpul di taman matoa, bukan cuma sekendar nongkrong-nongkrong ajah nih, tapi ada acara yang special yaitu penyambutan teman-teman Epidemiologi 2010 yang akhirnya setelah memasuki semester 3 secara resmi masuk ke peminatan Epidemiologi. Setelah menunggu beberapa sesaat hampir seluruh mahasiswa epidemiologi mulai dari angkatan 2008 sampai 2010 sudah berkumpul di taman matoa untuk menghadiri acara Open House Epidemiologi 2010 ini.

Sekitar pukul 11.30 acara Open House pun di buka oleh MC yaitu Nisa Nurkhotami. Acara Open House dimulai dengan perkenalan teman-teman epid 2010 tentang nama lengkap, tempat tanggal lahir, dan alasan dia kenapa milih epidemiologi sebagai peminatannya. Dari 24 teman-teman epidemiologi 2010 yang hadir hanya 18 orang. Namun meskipun begitu semangat dari teman-teman epid 2010 tetap tidak berkurang ^^.
Setelah teman-teman epid 2010 memperkenalkan diri dilanjutkan langsung dengan perkenalan dari teman-teman epid 2009 dan 2008 tentang nama lengkap dan panggilan, angkatan dan Pembimbing Akademis masing-masing. Acara perkenalan pun berlangsung sangat heboh dan menyenangkan. Selesai acara perkenalan berlangsung dilanjutin deh sama pengenalan struktur dan bidang-bidang di episentrum oleh para BPH episentrum selain itu juga dijelaskan mengenai kepanitiaan PETE dan Magang Episentrum
Acara perkenalan bidang berlangsung sampai sekitar jam 11.30 dan dilanjutin sama acara games tes perkenalan yang seru plus heboh banget dan ga bakal mungkin bisa dilupain (kali) :p. Karena waktu yang terbatas sama waktu solat jum’at akhirnya setelah games acara open house yang menyenangkan ini harus ditutup T______T. Acara Open House selesai sekitar pukul 12.00 dan berakhir dengan bahagia.

August 2, 2011

Refleksi Ketidakmerataan Tenaga Kesehatan Di Daerah Terpencil

Erni Astutik

ABSTRAK

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Tujuan pembangunan dapat tercapai jika disertai dengan sistem pelayanan kesehatan yang baik, teroganisir dan mencakup semua penduduk Indonesia. Namun, dalam pelaksanaanya masih jauh dari harapan. Banyak yang harus dibenahi untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah distribusi tenaga kesehatan yang masih menjadi masalah utama. Berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional, 2009, distribusi tenaga kesehatan masih belum merata. Jumlah dokter Indonesia masih termasuk rendah, yaitu 19 per 100.000 penduduk bila dibandingkan dengan negara lain di ASEAN, seperti Filipina 58 per 100.000 penduduk dan Malaysia 70 per 100.000 pada tahun 2007. Kali ini, peneliti berusaha menganalisis mengenai ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan dalam mempengaruhi rendahnya kualitas kesehatan penduduk di daerah terpencil. Pada analisis ini, penelili mengaitkan dengan beberapa teori, seperti teori Maslow, pendapat Zurn, et al, (2002) tentang kualitas distribusi dan teori Blum (1974), serta teori Green. Secara singkat, distribusi tenaga kesehatan di Indonesia masih belum merata. Tenaga kesehatan lebih terpusat di daerah perkotaan, seperti di daerah Jawa dan Bali. Ketidakmerataan tenaga kesehatan ini disebabkan oleh demand dan supply yang tidak berjalan beriringan. Hal tersebut menyebabkan makin rendahnya kualitas kesehatan penduduk di daerah terpencil. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemerataan tenaga kesehatan di daerah terpencil, perlu diperhatikan masalah insentif, fasilitas dan kemudahan karir, serta diperlukan kebijakan dari pemerintah dengan mengintensifkan kembali program pengabdian oleh tenaga kesehatan seperti program wajib profesi dan program PTT bagi dokter-dokter baru.

Kata kunci : distribusi, tenaga kesehatan, daerah terpencil, kualitas kesehatan

July 26, 2011

Cegah Human Immunodeficiency Virus dengan si-Buah Kuning

Abstrak

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), virus yang merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun). Berdasarkan data Departemen Kesehatan, pada tahun 2010 jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS mencapai 22.726 kasus, 16.964 kasus AIDS dan 3492 orang di antaranya meninggal. Penelitian ini merupakan meta-analisis yang bertujuan memberikan gambaran potensi pisang sebagai pencegahan HIV.  Didapatkan hasil bahwa BanLec dapat menghambat HIV-1 melalui pengikatan glikosilasi  HIV-1 envelope protein dan gp120. BanLec didapat dengan cara mengekstrak buah pisang dapat membantu melindungi dari penularan seksual HIV.

Kata Kunci : AIDS, HIV, pisang

Abstract

Acquired Immuno Deficiency syndrome (AIDS) is a collection deseases symptoms caused by the virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), the virus that damage the body’s defense system (immune system). Based on data from the Ministry of Health, in 2010 the number of cumulative cases of HIV / AIDS reached 22,726 cases, 16,964 cases of AIDS and 3492 people of whom died. This research is a meta-analysis aims to provide a figure of the banana as an HIV prevention. BanLec obtained that can inhibit HIV-1 through binding to glycosylation of HIV-1 envelope protein and gp120. BanLec obtained by extracting the bananas can help protect against sexual  transmission HIV.

Keywords : AIDS, HIV, banana

Latar Belakang

Sejak kasus HIV/AIDS dilaporkan pertama kali pada tahun 1981, masalah HIV/AIDS telah menjadi “hantu” yang menakutkan bagi penghuni bumi. Penderitanya dari waktu ke waktu terus bertambah dengan cepat. Diperkirakan pada tahun 2007, berkisar antara 30 hingga 36 juta orang di dunia menderita HIV. Kasus pertama AIDS di Indonesia terjadi pada tahun 1987 dan  mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data Departemen Kesehatan, jumlah kasus kumulatif hingga tahun 2010 mencapai 22.726 kasus, 16.964 kasus AIDS dan 3492 orang di antaranya meninggal. Diperkirakan terdapat 7 hingga 8 orang tiap 100.000 penduduk Indonesia menderita AIDS 1.

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun) sehingga kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan penyakit menjadi berkurang 2.

If they say an apple a day keeps the doctor away from deseases, what about bananas?  Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa senyawa kimia lektin pada pisang dapat mengikat protein pada virus HIV dan menghalangi penyebaran infeksi dengan cara menghambat HIV-1 masuk, serta mengikat struktur karbohidrat yang terdapat pada amplop virus. Senyawa ini kemudian diberi nama BanLec (Banana Lectin) yang berpotensi menyamai dua obat HIV (T-20 dan maraviroc) yang saat ini sedang dikembangkan 3.

Selain mempunyai kandungan gizi yang tinggi, pisang juga mempunyai potensi untuk membantu melindungi terhadap penularan seksual HIV. Namun, belum banyak kajian ilmiah yang membahas mengenai manfaat pisang ini. Oleh karena itu, diharapkan tulisan ini dapat memberikan gambaran mengenai potensi pisang sebagai pencegah HIV sehingga dapat menurunkan insidens HIV. This is might not enough to stop HIV, but the good one to act.

Pembahasan

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti saat ini. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur, dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Masalah yang terjadi pada obat HIV yang saat ini sedang dikembangkan adalah virus dapat bermutasi dan menjadi kuat, tetapi diduga akan jauh lebih sulit untuk bermutasi dan menjadi kuat dengan adanya lektin. Lektin dapat mengikat gula yang ditemukan pada titik-titik yang berbeda pada amplop HIV-1 5.

Pisang selain terkenal sebagai buah utama pemberi energi yang mengandung banyak mineral, kalium, dan karbohidrat, juga mempunyai kandungan lektin yang dapat digunakan sebagai pencegah penularan HIV, khususnya HIV-1. Berbeda halnya dengan terapi ARV (antiretroviral), pisang adalah buah yang sangat mudah ditemukan oleh masyarakat Indonesia karena dapat ditemukan di semua pelosok negeri dan harganya terjangkau.  Lektin yang dimiliki pisang dapat menggantikan kerja ARV secara optimal dan bekerja dengan jangka panjang yang tidak mudah resisten 5.

Peneliti dari University of Michigan, USA, menemukan bahwa senyawa kimia lektin pada pisang dapat mengikat protein pada virus HIV dan menghalangi penyebaran infeksi dengan  menggunakan BanLec kimia dalam krim/gel. BanLec merupakan singkatan dari Banana Lectin 3. Senyawa ini diperoleh dengan cara mengekstrak buah pisang.

Berdasarkan meta-analisis yang penulis lakukan, mekanisme penghambatan HIV-1 yang dilakukan oleh BanLec, yaitu melalui pengikatan glikosilasi  HIV-1 envelope protein dan gp120. BanLec menghambat isolate HIV-1 dari tropik yang berbeda dengan nilai IC50 di nanomolar. Lektin ini bisa  langsung mengikat HIV-1 envelope protein dan menghalangi masuknya  virus ke dalam immunosorbent assay cell. BanLec dapat mengenali struktur mannose tinggi yang diakui  oleh 2G12 antibodi monoklonal. Selanjutnya, BanLec mampu memblokir HIV-1 entry seluler dengan mengikat glikosilasi virus  amplop 4.

Meskipun pencegahan HIV dengan pemanfaatan pisang masih membutuhkan uji coba lebih lanjut, setidaknya harapan itu masih ada. Lektin dari pisang ini diyakini lebih efektif apabila digunakan dalam komponen obat pencegah virus yang dioles di alat kelamin atau dubur.

Kesimpulan

Sekecil apapun peluang yang ada harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. BanLec yang didapat dengan mengekstrak buah pisang dapat membantu melindungi dari penularan seksual HIV.

 Saran

Bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih banyak lagi memberikan penyuluhan mengenai upaya pencegahan HIV serta bagi peneliti lain perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pisang pencegahan HIV. (Zaki Dinul)

 Kepustakaan

  1. Pratiwi, Laras. 2011. Jumlah Penderita HIV/AIDS terus Meningkat. http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/18/13054847/Jumlah.Penderita.HIVAIDS.Terus.Meningkat, diakses tanggal 4 Juni 2011.
  2. Anonim, 2011. Masalah HIV-AIDS Di Kalangan Pemakai Narkoba Suntik. http://www.scribd.com/doc/18326332/Masalah-HIVAIDS-Di-Kalangan-Pemakai-Narkoba-Suntik, diakses tanggal 4 Juni 2011.
  3. Hawkins, Kathryn. 2010. Banana Protein BanLec Could Prevent HIV Infection. http://gimundo.com/news/article/banana-protein-banlec-could-prevent-hiv-infection/, diakses tanggal 4 Juni 2011.
  4. Swanson, Michael D et all. 2010. “ A Lectin from Bananas Is a Potent Inhibitor of HIV Replication”. The Journal of Biological Chemistry Vol 285, No 12 page 8546-8655.
  5. Kompasiana. 2011. Optimalisasi Pencegahan Transmisi Vertikal HIV/AIDS dengan Ekstrak Banlec pada Pisang. http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/02/21/optimalisasi-pencegahan-transmisi-vertikal-hivaids-dengan-ekstrak-banlec-pada-pisang/, diakses tanggal 5 Juni 2011
December 28, 2010

QUALITATIVE STUDY OF STUDENTS PERCEPTION AT PKM UI HEALTH SERVICE IN 2010

ABSTRACT

 

Health is a fundamental right of people. It is no exception for students who are in the reproductive age. They will be going to human resource necessary for the continuation of the nation. Therefore, students need a maximum healthy condition in order to create a positive performance for the nation. The method used in this study is through a qualitative approach, ie, through in-depth interviews. The sampling method used is using purposive sampling, that meet the characteristics of such samples are an active regular students, the samples had ever used health services in PKM UI, and the samples come from the family health sciences and non-health sciences. Based on the students perceptions, the study found that they are still not satisfied with the service at the PKM UI. So that PKM UI is still expecting a variety of improvements, which included health care, environmental comfort PKM UI, and the pharmacy service. The advice issued is one of the things that can be done by the manager of the facility is to synergize the UI health sciences in college, which starts from the science of medicine, dentistry, public health, nursing, and the pharmacy. In the end, UI will be a university in Indonesia that most health care for students and able to provide the opportunity to develop better knowledges in all of health aspects which include promotive, preventive, curative, and rehabilitative.

 

Key Words: Health Services, PKM UI, Students, University of Indonesia

December 28, 2010

Sekolah bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

Dari tahun ke tahun penderita autism di masyarakat meningkat. Di Indonesia angka autism pun mengalami keadaan yang sama dengan angka dunia,. Ulasan terakhir epidemiologi memperkirakan bahwa prevalensi satu sampai dua kasus per 1.000 orang untuk menderita autisme, dan sekitar 6 per 1.000 untuk ASD . Selama taun 1990. Jumlah anak yang didiagnosis Autisme meningkat dengan angka signifikan. Sejak saat itu, pertumbuhan kasus berlanjut meningkat dengan stabil setiap tahunnya. Saat ini kira-kira satu dari 150 anak didiagnosa dengan autism, padahal, pada tahun 1990an angka tersebut masih menunjukkan 1 per 10.000 anak. Namun, oleh karena data yang tidak memadai, angka-angka ini mungkin jauh dari prevalensi ASD yang benar. Continue reading

December 25, 2010

Menjadi Pahlawan dengan Hidup Sehat

Sesuai dengan UU Kesehatan No. 36 tahun 2009, dinyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental,spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga mental, spiritual, sosial, dan ekonomi sehingga upaya kesehatan yang dibutuhkan mencakup promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Continue reading

December 24, 2010

Tim Building #1 Episentrum ’10

Sudah lama sebenarnya saya ingin melaporkan suasana tim building pertama yang diadakan oleh Episentrum. Teman-teman, dalam sebuah organisasi sesungguhnya tidak melulu berisi mengenai berbagai kegiatan yang super ruwet sampai membutuhkan perhatian penuh. Salah satu hal penting yang semestinya selalu kita ingat ialah organisasi merupakan suatu kesatuan dari berbagai pribadi yang memiliki latar belakang, intensi, serta (barangkali) tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya untuk menguatkan setiap pribadi di dalamnya agar dapat terbentuk suatu kesatuan tim yang hebat. Ya, inilah yang saya kira pantas disebut sebagai alasan mengadakan team building. Continue reading