Kesiapsiagaan Gempa Bumi

Bencana merupakan suatu kejadian yang pada akhirnya akan merugikan manusia. Dan salah satu bencana yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia ialah gempa bumi. Pada dasarnya, gempa bumi perupakan suatu bencana yang dapat terjadi di manapun dan kapanpun, namun frequensi terbesar gempa bumi ditemukan di daerah ring of fire, yang termasuk di dalamnya ialah Indonesia. Indonesia merupakan salah satuu negara yang paling banyak ditemukan kejadian gempa bumi karena berada pada zone sismik aktif (USGS, 2010). Selain itu, gempa-gempa yang terjadi di Indonesia menjadi salah satu gempa terbesar di dunia sejak tahun 1990, di mana gempa yang menimpa Aceh pada tahun 2004 merupakan gempa dengan kekuatan besar yag memakan korban jiwa terbanyak hingga mencapai 227,898 jiwa.

Foto istimewa: Seorang pria dewasa yang tampak berjalan dengan anak-anaknya di antara reruntuhan rumah akibat gempa bumi

Gempa bumi merupakan bencana yang tidak secara langsung menyebabkan kematian pada korban. Ada beberapa variable tertentu yang mempengaruhi banyaknya korban akibat gempa bumi. Beberapa faktor yang mempengaruhi tersebut di antaranya seperti konstruksi bangunan yang kurang sesuai di daerah gempa dan kepadatan populasi.

Karena pentingnya masalah gempa di Indonesia, maka hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko kematian dan kesakitan akibat gempat ialah dengan mengurangi resiko gempa di masyarakat, yakni dengan jalan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait gempa.

Indonesia secara geologis terletak pada sistem tektonik yang berpotensi menimbulkan gempabumi. Gempa-gempa yang terjadi di Indonesia termasuk gempa terbesar dunia sejak tahun 1990. Gempa yang menimpa Aceh 26 Desember 2004 merupakan gempa dengan kekuatan terbesar sejak tahun 1990 yaitu 9,1 skala Richter sekaligus menjadi gempa dengan korban jiwa terbesar sejak tahun tersebut yaitu mencapai 283.106 jiwa. Setelah gempa tersebut, menyusul lagi-lagi gempa di Sumatra Utara Maret 2005 dengan 8,6 skala Richter menjadi gempa kedua terkuat sejak tahun 1990. Pada tahun 2006, 5700 jiwa melayang akibat gempa berkekuatan 6,2 skala richter mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa besar lainnya terjadi 2009 lalu di Sumatera Barat dengan kekuatan 7,6 SR.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Pusat Pengendalian Krisis Bencana tahun 2009, 17 (5,9%) bencana di Indonesia disebabkan oleh gempa. Meskipun jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah kejadian banjir dan tanah longsor di Indonesia, dampak yang dihasilkan akibat gempa cukup besar bagi masyarakat. Dalam satu kali goncangan, gempa dapat menelan ratusan bahkan ribuan korban jiwa. Selain itu, kerugian materi dan dampak kesehatan yang terjadi akibat gempa juga cukup besar. Contohnya gempa di Aceh, pemulihan struktur kota, fasilitas dan sistem surveilens baru dapat dibangun kembali setelah 6 bulan pascabencana.

Dengan melihat berbagai kejadian gempa di Indonesia, masyarakat sebaiknya waspada terhadap guncangan gempa yang mungkin terjadi secara tiba-tiba. Letak wilayah Indonesia yang dikelilingi lempengan bumi yang senantiasa bergerak menyebabkan wilayah Indonesia rawan akan gempa. Dari 33 provinsi di Indonesia, 25 provinsi diantaranya rawan gempa, termasuk DKI Jakarta. Sampai saat ini gempa masih sulit untuk diprediksi sehingga kesiapsiagaan dan pengetahuan masyarakat tentang apa yang harus dilakukan pada saat dan setelah gempa akan membantu mengurangi korban jiwa akibat gempa.

Kesiapsiagaan diperlukan dalam mengurangi dampak dari terjadinya gempa bumi. Dengan mengetahui tanda-tanda alam sebenarnya, korban yang dihasilkan dari bencana gempa bumi dapat diminimalisasikan. Hal ini dapat dilakukan deengan jalan mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.

Penanganan Gempa

Sebelum memasuki penanganan gempa diIndonesia, perlu dibandingkan penanganan bencana gempa bumi di negara-negara lain di dunia. Di antara sekian banyak negara, diambil ddua negara yang masing-masing tergolong daerah yang raan, maupun yang tidak rawan. Negara tersebuta ialah Kanada dan Jepang.

Di Provinsi Quebec, Canada gempa bumi jarang terjadi. Namun, Kementrian Keamanan Publik Quebec mengeluarkan brosur cuma-cuma untuk memperingatkan semua orang akan persiapan menghadapi gempa bumi yang bisa saja terjadi dengan tiba-tiba.

Jepang merupakan negara yang dikenal rawan terhadap gempa bumi. Beberapa jam setelah terjadinya gempa bumi di Chili, surat waspada tsunami diedarkan di mana seluruh negara yang berpotensi terjadinya tsunami dianjurkan untuk berwaspada. Di Jepang, tsunami setinggi kia-kira 1.2 meter terjadi di Hokkaido, dan bahkan hingga beberapa hari setelahnya, perintah siaga satu terhadp bencana tsunami masih tetap ditegakkan.

Sebagai negara yang berada pada daerah seismik aktif, gempa bumi tentu menjadi hal yang cukup sering terjadi di daerah ini. Oleh karena kenyataan tersebut, diperlukan suatu penaganan khusus gempa mengingat Indonesia telah menjadi daerah yang rawan dengan gempa bumi.

Di Indonesia, beberapa badan yang berperan penting dalam mengatasi masalah bencana di Indonesia di antaranya seperti,

  1. BNBP

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai tugas membantu Presiden Republik Indonesia dalam: mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu; serta melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.

BNPB dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008. Sebelumnya badan ini bernama Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005, menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi yang dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2001.

2. PPK-DEPKES

3. HRCCD

4. PMI

Berbagai faktor geografis, gelologis, dan demografis sangat mempengaruhi kondisi wilayah Indonesia sehingga frekuensi bencana alam sangat tinggi. Sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi, Palang Merah Indonesia berkewajiban memberikan pertolongan dan bantuan pada fase darurat kepada yang membutuhkan secara profesional berdasarkan prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional. Kegiatan respon bencana yang diutamakan PMI meliputi evaluasi penyelamatan korban dan pertolongan pertama dengan memprioritaskan kaum rentan, seperti ibu hamil/menyusui, anak-anak, dan manula.

Penanganan bencana akan dilakukan beberapa unit, seperti: unit Assessment; unit medis (medical action team); unit ambulans; unit dapur umum lapangan; dunit distribusi bantuan bencana; unit penampungan darurat (shellter); unit pemulihan hubungan keluarga; serta unit fungsional pendukung operasional, yang terdiri atas administrasi, keuangan, humas, logistik, dan teknologi informasi. Tahapan bantuan penanganan bencana PMI:

  1. Upaya tanggap darurat lapis pertama dilakukan di tingkat PMI Cabang, yang dapat membangun Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Cabang atau Posko PMI Cabang dengan mendayagunakan unsur-unsur pengurus, staf, dan satgana/relawan. Untuk operasional tanggap darurat bencana berbasis masyarakat, khususnya di desa/kelurahan rawan bencana, PMI Cabang/PMI Ranting memobilisasi anggota TSR/PMI di tingkat desa/kelurahan serta anggota masyarakat terlatih binaan PMI dalam wadah Tim SIBAT (Siaga Bantuan Berbasis Masyarakat).
  1. Jika skala bencana melampaui kapasitas PMI Cabang setempat, PMI Daerah dapat diminta bantuan untuk mengkoordinir bantuan baik dari PMI Cabang lain di wilayahnya maupun pihak terkait lainnya. Bantuan ini merupakan upaya tanggap darurat lapis kedua. PMI Daerah dapat mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Daerah atau Posko PMI Daerah dengan mendayagunakan unsur-unsur seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya.
  2. Jika skala bencana melampaui kapasitas PMI Daerah setempat, PMI Pusat dapat diminta bantuan untuk mengkoordinir bantuan dari PMI Daerah lain maupun pihak terkait lainnya. Bantuan ini menjadi upaya tanggap darurat lapis ketiga. PMI Pusat dapat membentuk Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat atau Posko PMI Pusat.
  3. Jika skala bencana masih melampaui kapasitas PMI Pusat, sumber daya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dapat diminta bantuan ataupun pihak terkait lainnya di tingkat nasional maupun internasional. PMI sebagai organisasi sosial kemanusiaan diharapkan mampu memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat demi mengurangi beban yang diderita korban bencana.

5. IOM

Intrnational Organization for Migration atau yang biasa diena juga sebagai organisasi internasional untuk Migrasi memang bukan merupakan organisasi yang bertindak khusus dalam penaganan Bencana. Namun, IOM juga membantu para pengungsi internal (IDP) setelah terjadinya bencana alam, seperti yang telah menimpa Aceh, Nias dan Yogyakarta, dan dalam situasi pasca-konflik. IOM Indonesia telah mengembangkan sebuah pendekatan yang komprehensif, menyediakan dukungan transportasi dan logistik, membangun ribuan rumah dan sekolah, merevitalisasi layanan kesehatan masyarakat, melatih para petugas kesehatan, memberikan layanan bantuan mata pencaharian dan reintegrasi bagi ribuan mantan tahanan politik dan kombatan, dan ratusan masyarakat yang terkena dampak konflik. di Aceh, pendekatan IOM terbukti berhasil dalam membantu pembangunan kembali masyarakat dan merupakan keberhasilan utama IOM di Indonesia.

Beberapa LSM yang turut membantu dalam penanganan kasus bencana di antaranya seperti Aceh Media Centre, Bali Assistance, Bali SOS, Bantul kindergarte Project, Basarnas, DisasterOasis, Emily Care Indonesia, Jaringan Insan Peduli, MPBI (Masyarakat penanggulangan Bencana Indonesia), Safer Community through Disaster Risk Reduction (SC-DRR), dan lain sebagainya.

Meskipun tampak sulit, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui perwakilannya John Holmes, Ketua Badan Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Penanggulangan Bencana PBB, menyatakan salut dan memuji pemerintah Indonesia yang memiliki koordinasi baik dalam upaya penanggulangan meski berkoordinasi saat terjadi bencana tidak mudah. Hal tersebut disampaikan pascagempa Sumatra Barat yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: