Sejarah Perkembangan Penyakit

Sejarah Perkembangan Penyakit dari Berbagai Konsep dan Teori penyebab Penyakit…Berikut Penjelasannya…

Pada zaman prasejarah, penyebab sakit dianggap berasal dari kekuatan supranatural. Hal ini dapat dilihat dari anggapan penduduk seperti meningkatnya prevalens penyakit rabies dianggap terjadi akibat munculnya bintang sirius atau anjing di langit, sedangkan terdapat juga anggapan meningkatnya prevalens disentri pada penduduk di sekitar sungai nil akibat adanya perubahan pada aliran sungai nil yang terjadi karena adanya kekuatan supranatural. Selain itu terdapat bebrapa konsep dan teori mengenai penyakit, yaitu :

a. Zaman Hipocrates (460 – 377 SM)

Pada zaman ini, hipocrates berpendapat bahwa sakit bukan disebabkan oleh hal-hal yang bersifat supranatural tapi ada kaitannya dengan elemen-elemen bumi, api, udara, air yang dapat menyababkan kondisi dingin, kering, panas dan lembab. Kondisi ini dapat berpengaruh pada cairan tubuh, darah, cairan empedu kuning dan empedu hitam. Pada zaman ini hipocrates telah menghubungkan antara kejadian sakit dengan faktor lingkungan.

b. Zaman Galen (129 – 199 SM)

Menurut galen, penyakit terjadi karena interaksi tiga kumpulan faktor yaitu tubuh, sikap hidup dan atmosfer. Dapat dikatakan pada zaman ini telah ada pemikiran bahwa penyakit terjadi karena dipengaruhi oleh lingkungan dan sikap hidup.

c. Konsep Kontanion

Konsep ini muncul pada abad romawi XVI oleh Fracastorius (1478 – 1553). Menurut konsep ini sakit terjadi karena proses kontak atau bersinggungan dengan sumber penyakit. Dapat dikatakan pada masa ini telah ada pemikiran konsep penularan.

d. Konsep Infeksi dan Imunitas

Muncul pada abad ke-18 pertengahan. Pada zaman ini konsep mengenai penularan atau kontak mulai diterima di AS. Pada masa tersebut terjadi peristiwa dimana bekas penderita cacar dibagikan lepada orang-orang indian, sehingga orang-orang indian jadi tertular. Bersamaan dengan itu muncul konsep tentang adanya imunitas, dimana orang-orang yang pernah terkena penyakit cacar menjadi kebal di kemudian hari. Selain itu pada abad ke-18 juga dikenal penyakit-penyakit infeksi yang bersifat menular sepeti penyakit cacar, penyakit rabies, penyakit kolera. Pada masa ini Jhon Snow (1813 – 1858), melakukan observasi mengenai riwayat alamiah mengenai kolera, dan bagaimana kodel transmisi dan penularannya.

e. Teori Jasad Renik/Germ Theory

Teori ini dikemukakan oleh beberapa ilmuwan, yaitu:

  • Louis Pasteur (1822 – 1895), yang menemukan mikroorganisme pada proses fermentasi dan terdapat pula pada udara atmosfer. Pada masa ini Pasteur dapat mengisolasi kuman atau anthrax untuk dibuat kultur dan dilemahkan yang kemudian disuntikkan pada ternak sehingga timbullahh konsep imunisasi atau vaksinasi. Pasteur juga menemukan virus, mikrioorganisme yang bersifat patogen tapi tidak dapatr dikultur atau ditanam
  • Penemuan Pasteur ini menarik perhatian Lord Lister (1865) seorang ahli bedah, ia memakai antiseptik atau karbol untuk mebersihkan luka-luka pasiennya sehingga terhindar dari infeksi.
  • Patrick Manson (1844 – 1922), menemukan peran dari arthropoda sebagai vektor untuk penyakit-penyakit infeksi.

f. Konsep single causiation

Konsep ini dilakukan oleh Robert Koch, yang dapat mengisolasi agen penyebab penyakit TBC di Asia. Koch dapat membuktikan adanya kausa primer pada suatu penyakit. Pembuktian ini dilakukan dengan postulate Koch. Kelemahan dari postulate koch yaitu adalah tidak dapat diteapkan pada semua penyakit.

g. Konsep ’’web of causiation’’

Pada konsep ini ,engemukakan bahwa penyakit tidak disebabkan ioleh single causation melainkan multiple causes. Dan menjelaskan harus ada kausa utam dalam ranmgkaian komponen penyebab penyakit.

h. Konsep ’’Triad Epidemiology’’

Konsep ini mengemukakan bahwa penyakit disebabkan adanya interaksi atara agent, host(human), environment dan vektor yang bertindak sebagai perantara.

i. Konsep Ekologis

Konsep ini berdasarkan 3 prinsip umum biologis yaitu :

  • penyakit terejadi oleh karena ketidak seimbagan antara agent dan host.
  • Ketidak seimbagan ini terjadi ketergantungan karakteristik dari agent dan host.
  • Karakteristik dari agent dan host dan interaksi diantara keduannya secara langsung tergantung kepada kondisi environment seperti kondisi fisik, sosial , ekonomi, lingkungan biologis dan lingkugan psikis.

(Disunting dari mata kuliah epidemiologi dasar oleh Dr. Krisnawati Bantas)

Sekian penjelasannya semoga berguna dan bermanfaat……..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: